Kafir Hanya Gara-gara Kata Alien

Submitted by w41lf0x on Wed, 06/05/2013 - 06:22

Sebenarnya saya sudah ingin mematikan komputer dan tidur, tetapi komentar-komentar aneh bin ajaib di salah satu tautan dari #Kompas.com di jejaring sosial #Facebook berhasil memicu munculnya tulisan ini.

komen-alien

Tautan dari Kompas.com itu sebenarnya berisi tentang keberhasilan Tim Ilmuwan Eropa memfoto sebuah #planet asing berjarak 300 tahun cahaya dari bumi. Planet asing ini dianggap mirip dengan bumi tetapi karena belum diketahui karakteristiknya secara mendetail disebutlah planet tersebut sebagai Planet Alien. Istilah #Alien sendiri menurut Merriam-Webster adalah sebutan untuk sesuatu/hal yang benar-benar asing, tidak pernah diketahui sebelumnya, tidak ada padanannya dengan yang sudah ada, aneh, dan sejenisnya. Jaman dahulu kala, bangsa-bangsa non-kulit putih disebut alien oleh orang-orang #Eropa karena kebudayaannya yang asing menurut mereka.

Ajaibnya, kata alien inilah yang malah menjadi topik baik di tulisan ini, maupun di komentar-komentar orang-orang tersebut. Segala ayat dari kitab suci dan cacian jadi satu dalam baris-baris komentar untuk menyangkal keberadaan alien. Padahal bukan itu topik utama artikel tersebut. Kata alien itu hanya istilah untuk menggambarkan ke-asing-an planet yang baru ditemukan tersebut. Jadi kata alien dalam artikel tersebut bukan menggambarkan sebuah mahluk hidup yang rupanya seperti dalam film #E.T. misalnya.

Dengan menyebutkan kutipan ayat-ayat suci tetapi salah tujuan dan maksudnya, tidaklah membuat mereka-mereka itu menjadi pintar. Terus terang saya malu karena beberapa menyebutkan ayat-ayat suci Al Qur'an untuk menolak isi artikel tersebut yang sebenarnya tidak nyambung sama sekali dengan isi artikel. Boleh jadi tingkat pemahaman mereka-mereka itu memang hanya sebatas judul artikel tanpa mau tahu isi artikelnya. Yang artinya mereka-mereka itu tidak perlu sebuah telaah/pembacaan yang lengkap untuk mengetahui suatu hal. Yang demikian ini memang khas #Indonesia. Tak heran mudah sekali orang-orang Indonesia itu bereaksi negatif (suudzon) terhadap suatu hal, hanya berdasarkan sampulnya. Tak heran tayangan-tayangan infotainmen berisi gosip-gosip ratingnya tinggi.

Mudah-mudahan di antara mereka ada yang baca tulisan ini supaya mereka bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.