SSH bisa di Linux ndak ya?

Submitted by w41lf0x on Mon, 07/08/2013 - 03:45

SSH bisa di Linux nda ya?

ssh-di-linux-bisa-gak-yaHai para pengguna #Linux, apa pendapatmu mengenai pertanyaan tersebut? Pertanyaan tersebut sering saya jumpai di forum Ayo Belajar Linux di jejaring sosial Facebook. Terus terang sewaktu pertama kali saya membaca pertanyaan semacam itu di forum #ABL, saya cukup keheranan.

Waktu itu saya berpikir, oh ada juga distribusi Linux yang tidak bisa pakai #SSH. Mungkin ini distribusi yang sangat spesifik, misalnya untuk router atau modem. Tetapi begitu saya membaca komentar-komentar yang ada dalam topik tersebut, ternyata dugaan saya salah 100%. Penanya memakai distribusi Linux Ubuntu. Saya jadi bertanya-tanya lagi, apakah Ubuntu itu memang tidak bisa dipakai untuk remote login menggunakan SSH? Apa tidak menyertakan OpenSSH dalam reponya, ya? Setelah saya cek di daftar software Ubuntu, ternyata ada kok OpenSSH. Di distribusi #Slackware sudah pasti ada. Jadi ada apa ya?

Oh ternyata, yang mereka maksud itu adalah sebuah metode tunnelling. Wih, ternyata kemampuan dan tingkat pemahaman mereka itu sudah pada tinggi-tinggi semua. Tunnelling adalah hal wajib. Berarti mereka-mereka itu amat sangat membutuhkan sebuah sistem koneksi yang aman. Atau mereka butuh sebuah jalan untuk mengakses jaringan-jaringan privat milik mereka yang berada entah di mana. Hacker nih mestinya.

Oh ternyata (oh ternyata, lagi) yang sebenarnya mereka maksud itu adalah metode tunnel yang digunakan untuk mengakali koneksi internet mereka yang terbatas entah hanya dibatasi akses ke 11 situs atau yang lainnya (saya tidak tahu). Metode ini kebetulan memanfaatkan salah satu kemampuan dari SSH yaitu tunnelling.

Secara natural SSH memang bisa digunakan untuk menciptakan sebuah pipa koneksi tertutup antara dua mesin. Caranya adalah dengan membuka sebuah port pada saat melakukan remote SSH seperti ini (dari: man ssh):

$ ssh -L [local_address]:local_port:remote_address:remote_port

Pada saat kita mengirimkan sebuah data ke port lokal, SSH akan meneruskannya ke mesin remote, dan sebaliknya. Apabila kita mengakses internet dengan memanfaatkan port lokal tersebut sebagai proxy, maka akses internet kita akan diteruskan ke port remote melalui pipa SSH tersebut. Akses kita di internet akan dikenali berasal dari mesin remote tersebut, bukan dari mesin kita. Metode ini biasa saya gunakan untuk mengakses mesin-mesin kantor internal dengan membuka pipa koneksi ke gateway jaringan kantor. Metode ini saya gunakan selain openvpn, misalnya jika saya tidak sedang menggunakan laptop saya, karena saya tidak selalu membawa serta sertifikat SSL openvpn kantor.

Balik ke soal SSH tunnelling yang dimaksud oleh si penanya tersebut, jadi pertanyaan membingungkan ini sebenarnya cuma tanya bisa tidak mengakali koneksi internet terbatas dengan menggunakan fasilitas tunnel SSH di linux seperti yang biasa mereka lakukan di Windows. Entah mengapa mereka memilih bertanya seperti itu. Mungkinkah karena mereka itu tidak tahu? Sepertinya tidak mungkin, wong kalau dibandingkan dengan saya, saya malah tidak pakai metode akal-akalan seperti mereka itu. Apalagi ada tulisan soal inject-inject-an. Hal apa lagi itu?

Ask The Right Question

Menurut saya, telah terjadi ketidakpahaman antara dua pihak karena topik yang kurang informatif atau kurang lengkap atau kurang tepat sasaran. Jadi jika sampeyan-sampeyan ingin mendapatkan informasi yang tepat, maka bertanyalah dengan lengkap. Berikan penjelasan yang bisa membantu orang lain memahami keinginan anda sehingga mereka bisa memberikan informasi yang memang anda butuhkan. Ingat, yang membutuhkan informasi tersebut adalah sampeyan, bukan saya atau yang lainnya. Bantulah diri anda dengan baik supaya hasilnya juga baik.

Jangan lupa, berbahasa adalah juga soal berbudaya. Jangan sampai kebiasaan anda yang tidak lengkap itu terbawa sampai sampeyan-sampeyan punya anak dan mengajari anak-anak sampeyan budaya tidak lengkap anda itu. Kasihan mereka.